085729585053 Hubungi kami untuk mendapatkan informasi selengkpnya! Klik tombol ini untuk melakukan percakapan melalui Whatsapp.

Kampoeng Ramadhan Jogokaryan

Ijinkan kami untuk berbagi tentang Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) yang kami selenggarakan rutin tiap tahun. KRJ adalah Kampoeng Ramadhan Jogokariyan yang bermula dari tahun 2004. dulunya kami namai Kampoeng Ramadhan Masjid Jogokariyan. Saat ini KRJ telah memasuki seri ke 12 yang merupakan hasil perbaikan dan pendewasaan dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah lebih dari satu Dasawarsa.

Bermula dari sebuah keprihatinan Takmir dan Remaja Masjid Jogokariyan yang melihat mirisnya Ramadhan yang sepi alias kurang semarak di Yogyakarta. Pada akhirnya di tahun 2004 itu diangkat sebuah ide agar bulan Ramadhan itu lebih semarak dari perayaan hari-hari besar yang lain. Tidak ada hari dalam satu pekan yang lebih mulia dari hari jumat, tidak ada bulan yang lebih mulia dalam satu tahun melainkan bulan Ramadhan.

Maka merupakan suatu kerugian jika Ramadhan tidak diisi oleh kegiatan yang mulia dan bermanfaat. Adapun salah satu awalnya ide kami adalah membuat lampu penjor untuk memenuhi jalan Jogokariyan agar terlihat kerlap-kerlip lampu ketika malam. Kemudian kami juga bikin baliho untuk dipasang di pojok SPBU Jogokariyan agar masyarakat mengetahui agenda Ramadhan Kampung Jogokariyan. Berawal dari ide sederhana itu dan diskusi-diskusi kecil antara Remaja dan takmir, munculah semangat kami dalam Membuat suatu gebrakan agar suasana dan syiar ramadhan lebih meriah lagi.

Kepanitiaan Ramadhan seharusnya bukan hanya sekedar acara pelengkap Ramadhan saja. Justru dari Kepanitiaan Ramadhanlah semua aspek dapat dikerahkan, kreatifitas diluncurkan setinggi-tingginya. Oleh karena itu, menjadi bagian dari kepanitiaan Ramadhan merupakan salah satu lahan pahala yang sangat besar, Panitia Ramadhan = Pemulia orang berpuasa = Pahala Berlimpah. Hal ini yang menjadikan para panitia KRJ12 sangat bersemangat dalam membuat kepanitiaan dengan berbagai kegiatan yang dipersiapkan dengan matang sejak 3-4 bulan sebelum Ramadhan.

Kita seharusnya menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan menghidupi Ramadhan dengan suka cita. Berawal dari niatan kami untuk memuliakan dan memasyarakatkan Ramadhan di kampung kami tercinta. Sehingga setiap masyarakat dapat merasakan ramadhan. Yang perlu diingat bahwa, Ramadhan bukan hanya milik masjid tetapi milik masyarakat. Masyarakat harus turut berperan aktif dalam kemeriahan Ramadhan. Yaitu Ramadhan yang bisa dirasakan kegembiraanya oleh seluruh warga kampung baik yang Muslim maupun non Muslm, sekaligus sebagai sarana syiar Islam.

Indonesia negara yang sangat besar, dilihat dari demografi yang sangat banyak, sumber daya melimpah. Indonesia. Negara yang luas, jumlah muslim terbesar dengan beragam kekayaan budaya. Dibentang lebih dari 300.000 kampung seluruh Indonesia. Tentunya kita membutuhkan orang-orang yang mau dan mampu berkontribusi membangun Indonesia yang kelak akan membuat indonesia berjaya, dengan kekayaan alam yang ada.

Sebuah tema yang diangkat pada Kampoeng Ramadhan Jogokariyan tahun ini yakni: “Berdakwah Membangun Kampung Indonesia”. Tahun 2016 ini, adalah tahun di mana indonesia membutuhkan generasi-generasi yang mampu berkontribusi membangun Indonesia.
Semoga pemimpin itu datangnya dari Masjid. Masjid pusat peradaban ummat, masjid pusat kaderisasi, dan masjid pusat pendidikan. Masyarakat yang dibangun dari masjid. Yang nantinya akan memunculkan pemimpin bangsa yang punya jiwa spiritual yang tinggi, mementingkan ummat, pemimpin yang memasyarakat, jujur, mempunyai akhlak yang baik dan cerdas. Pemimpin yang bisa mengoptimalkan kebesaran Indonesia.

Indonesia. Bangsa yang besar bukan justru malah menunduk di hadapan bangsa yang lain. Menjadi Negeri yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur –negeri yang subur, tentram, adil dan aman serta penuh ampunan dari Robb-. Dengan berdakwah membangun kampung Indonesia. Semoga menjadikan Indonesia menjadi negeri yang peruh rahmah. Dari sinilah semoga kita bisa turut berperan “Berdakwah Membangun Kampung Indonesia”.

***

Kenapa yang awalnya “Kampoeng Ramadhan Masjid Jogokariyan” mendadak berubah menjadi “Kampoeng Ramadhan Jogokariyan” adalah karena apabila menggunakan kata “Masjid”, kesannya hanya Takmir Masjid saja yang punya gawe. Nah kalo kita pake istilah “Kampoeng Ramadhan Jogokariyan” masyarakat juga merasa punya gawe dalam ikut menyambut dan memeriahkan Ramadhan.
Mulai dari bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Ibadah, dll., kami merumuskan kegiatan ini. Dari bidang-bidang ini kami mencoba memasuki dan membuat program untuk kegiatan selama Ramadhan. Insyaallah. Semoga dari sini, segala bidang itu bisa kami isi dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Begitulah, sebuah program kebaikan dengan niat dan cara yang baik pasti akan diterima oleh masyarakat meskipun perlu waktu lama.

Adapun tahun 2016 ini, merupakan tahun di mana Masjid Jogokariyan berusia 50 tahun atau genap berusia setengah abad. Yang mana tema yang diangkat “Berdakwah Membangun Kampung Indonesia”. Sehingga konsep dan program-program KRJ12 kali ini juga mengacu pada motto tersebut.

Dari serangkaian kegiatan KRJ12, sebagai pembuka Insyaallah kami juga akan selenggarakan Parade Bedug yang akan berkeliling Yogykarta, sekaligus Acara Pembukaan Rumah Tahfidz Masjid Jogokariyan sebagai pertanda akan masuknya Bulan Ramadhan. Ditunggu ya.

1. Pasar Sore

Program andalan KRJ adalah Pasar Sore sepanjang Jl. Jogokariyan yang selalu memacetkan jalan tiap sore. Dari program program, kami berusaha meningkatkan ekonomi warga dengan praktek langsung kewirausahaan di Pasar sore. Pasar Sore ini kami tawarkan ke masyarakat yang ingin mencoba berwirausaha dan ternyata banyak yang berminat mencoba. Pendaftaran Pasar Sore gratis, dan rata-rata jumlah pedagang yang terdaftar mencapai 250 pedagang lebih.

Perputaran uang yang terjadi cukup tinggi, pernah dilakukan penelitian sederhana bahwa pasar sore ramadan tahun lalu perputaran uang selama satu bulan mencapai lebih dari Rp 4 milyar. Oleh karena itu animo masyarakat dalam berpartisipasi sangat tinggi.

Dengan ini menumbuhkan rasa percaya diri warga dalam berwirausaha dan setelah Ramadhanpun banyak yang melanjutkan berjualan menjadi pedagang tetap.

Jika Pasar mengalahkan Masjid, maka Masjid MATI. Jika Masjid mengalahkan Pasar, maka Pasar HIDUP, Abu Bakr Ash Shiddiq.

2. I’tikaf

Di 10 hari terakhirnya, selain dengan ibadah I’tikaf dimasjid disepertiga malam terakhir, kami juga menyediakan Program Paket Khusus I’tikaf 10 Hari Full di Masjid Jogokariyan. Program ini ditujukan bagi yang menginginkan untuk menginap secara full dan mendapatkan rangkaian acaranya, dengan Biaya pendaftaran yang sudah ditentukan. Peserta akan mendapatkan fasilitas selama i’tikaf, misalnya makan sahur setiap hari, buka puasa bersama, Kajian tematik setiap harinya seperti Ust. Salim A. Fillah, Ust.Jazir ASP, Ust. Fauzil Adhim, Ust.Khudori Lc dan banyak ustadz lainnya, makalah disetiap kajiannya, fasilitas menginap, Buletin Idhul Fitri dan menikmati suasana Ramadhan di Kampung Jogokariyan.

Paket Program I’tikaf ini menjadi salah satu program yang favorit di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, peserta yang berasal dari berbagai wilayahpun sudah mendaftar di minggu pertama Ramadhan, mulai dari warga Jogokariyan, luar kampung, luar kota bahkan dari luar pulau jawa juga antusias untuk mendaftar, kuota i’tikaf ini kami batasi karena mempertimbangkan fasilitas dan tempat yang terbatas.

3. Buka Bersama 1000 Porsi

Alhamdulillah lebih dari 1000 porsi makan besar tersedia dimasjid tiap harinya. Insyaallah untuk tahun ini, kami targetkan sekitar 1200 porsi untuk setiap harinya. Alhamdulillah respon dari masyarakat semakin baik sehingga dalam kegiatan Ramadhan ikut partisipasi meskipun tanpa diminta. Terlebih ibu2 dasawisma yang dapat jatah untuk memasak lauk, mereka pun sudah biasa ‘nomboki’ dalam rangka untuk memberikan lauk terbaik untuk jamaah berbuka puasa, selain dari anggaran Takjilan yang dapat mencapai Rp.194.000.000 di 30 harinya. Jadi kalo di Jogokariyan, untuk lauk setiap sore waktu buka puasa dipasrahkan kepada kolompok ibu2 dasawisma secara bergiliran di setiap harinya. Sehingga lauknya berbeda setiap harinya atau lauk sama tetapi kokinya berbeda setiap harinya. Semoga mejadi Amal Jariyah nggih Bu.

4. Taraweh Ala Madinah

Ketika Ramadhan tiba, salah satu program unggulan dari KRJ yaitu “Tarawih Ala Madinah”. Kok, “Tarawih Ala Madinah”? Tarawih Ala Madinah adalah Tarawih dengan membaca 1 Juz’ penuh. 1 Juz’ itu diselesaikan dalam 11/23 raka’at tergantung dari kesepakatan jama’ah. Awalnya banyak yang merasa kecapekan krn berdirinya terlalu lama, namun lama kelamaan Tarawih Ala Madinah-lah yang dinanti2 oleh jama’ah.

Untuk menjaga kekhusukan jamaah ke masjid tidak boleh sembarang dalam menentukan Imam, Imam bagus -> Jamaah Banyak -> Infaq meningkat. Infaq ini tentunya harus dikembalikan kembali ke Jamaah dalam bentuk kemanfaatan, karena masjid harus melayani jamaah, bukannya menjadi beban jamaah. Sungguh dzolim apabila masjid justru menjadi beban jamaah.

5.Taraweh Ala Gaza

Di 4 hari pertama Ramadhan, kami bekerjasama dengan Lembaga sosial Sahabat Al-Aqsha untuk mendatangkan Imam Syeikh dari Palestina. Alhamdulillah, ini sudah tahun ke 7 kami mendatangkannya, tujuan kami untuk mempererat persaudaraan kita dengan saudara-saudara dibelahan bumi lain di tanah Jihad, Palestina. Lantunan syahdu ayat suci Al-Qurán di Sholat taraweh dan sholat fardu diimami langsung oleh syeikh dari palestina, serta memberikan tausyiah dan Siraman Rohani tentang kabar terkini kondisi masyarakat di Palestina.

6. Subsidi Sahur

Masjid juga membuat program “Subsidi Sahur” karena sangat tidak bijak jika Takmir hanya meneriakkan kewajiban berpuasa, sedangkan masih ada masyarakat yang masih bingung “mau sahur pake apa nanti?” Inilah fungsi masjid di bidang sosial. Masjid harus jadi solusi. “Subsidi sahur” berupa sembako untuk bekal sahur yang diberikan menjelang ramadhan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

Darimana masjid tahu kebutuhan warga nya? dari data “Sensus Masjid”.
Ya kami punya data lengkap warga Jogokariyan. Dari yang kurang mampu hingga pengusaha, dari yang belum sholat sampai yang rajin ke masjid. Alhamdulillah dengan program ini, Masjid menjadi daya tarik tersendiri di masyarakat. Kepuasan dan perasaan aman saat beribadah merupakan hal utama bagi jamaah maka Masjid juga menggaransi tiap sandal/sepatu yang hilang. Masjid siap mengganti dengan barang yang sama dan merek yang sama. Jika yang kehilangan melaporkan.

7. Lesehan Sore

Sore hari selama Ramadhan menjadi momen yang sangat ditunggu oleh semua Masyarakat dalam menunggu waktu berbuka, acara menjelang Buka puasa mengisi waktu menunggu buka pengunjung dengan obrolan santai tapi bermakna dengan tema-tema menarik seperti:

  • KOLAG (kajian Obrolan dan Lagu), menghadirkan tim nasyid dan musisi islami,
  • Es Doger (eh semua suka dongeng Geeerr) dengan menghadirkan pendongeng anak-anak yang lucu dan bermakna.
  • Kicak (Kajian kocak) dengan menghadirkan ustadz-ustadz yang terkenal dengan kajian yang penyampaiannya dengan humoris.

8. Angkringan Ramadhan

Di malam hari ada obrolan hangat dengan suasana angkringan khas jogja. Acara dikemas ringan dengan mendatangkan tokoh-tokoh dari berbagai elemen masyarakat jogja, Walikota, ustadz nasional, Sejarawan, Pengusaha bisnis muslim hingga artis dan mantan rocker. Sego kucing dan wedang anget dari tiga tjeret angkringan menjadi cemilan pendampingnya.

9. Taraweh Anak-anak, Malam Takbiran dan Pentas Seni

Ketika Ramadhan Taraweh anak-anak sengaja di pisahkan dengan Taraweh Umum yang di laksanakan di Masjid Jogokariyan. Taraweh Anak-anak di laksanakan tersebar di 4 RW yang berada di Kampung jogokariyan, dari 4 RW dibagi menjadi 2 tempat yaitu putra dan putri, jadi total terdapat 8 tempat tarawehan. Remaja usia SMP-Kuliah menjadi pengurus dari 8 tempat tarawehan yang kami sebut sebagai “Koordinator Tarawehan,” pengelolaan Taraweh ini dilakukan mandiri oleh setiap kordinator mulai dari pendanaan snack setiap selesai taraweh dan pengelolaan tabungan anak-anak, tetapi masih dalam pantauan kepanitiaan KRJ. Di sini menjadi titik kaderisasi kami dalam melatih Remaja untuk berani bertausyiah, penjadwalan pengisi taraweh oleh teman-teman dari remaja sendiri, dijadwalkan 30 hari mengisi di 8 tempat tarawehan dengan tema yang sudah ditentukan.

Malam 1 Syawal menjadi malam yang paling ditunggu oleh adik-adik Himpunan Anak-anak Masjid Jogokariyan (HAMAS). Malam Takbiran dan Pentas seni, seluruh potensi adik-adik akan di tampilkan disini, mulai dari music religi, drama musical islami bahkan pertunjukan teater. Takbiran keliling kampung dan Pentas seni ini di lombakan berdasarkan Kelompok Taraweh di wilayah RW masing-masing.

10. Syawalan Akbar Warga Kampung Jogokariyan

Pagi 1 Syawal sekitar pukul 8, setelah shalat Idhul Fitri. Dilaksanakan Syawalan Akbar Warga Jogokariyan. Ini menjadi ajang untuk silaturahim dan reuni seluruh elemen masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, orangtua hingga sesepuh-sesepuh di kampung bahkan tetangga yang non muslim juga ada yang bergabung. Kurang lebih 1000 warga turut hadir dalam Acara Syawalan Akbar ini. Semoga segala khilaf dapat dimaafkan selama bergaul dalam setahun lamanya. Amin.

Harapan kami konsep KRJ12 kali ini bisa diterapkan di tiap kampung. Sehingga Ramadhan meriah dan menjadi sesuatu yang ditunggu. Mari ber-Fastabiqul Khoirot untuk memeriahkan Bulan Ramadhan dan me-Ramadhan-kan bulan-bulan yang lain setelahnya. Ya Allah Ramadhan akan segera datang, Kami memohon dan berharap Engkau merelakan kami untuk bersiap-siap menyambutnya. Kami mohon Kau berikan kesempatan untuk kami mendapatkan Ramadhan yang jauh lebih baik dan indah dibandingkan tahun-tahun yang lalu.
Tentunya masih banyak acara-acara menarik lainnya yang kami belum bisa sebutkan satu persatu, jika berkenan silahkan mengunjungi Kampoeng Ramadhan Jogokariyan pada tahun ini.

Leave a Reply